Saya dan mas Dadit harap-harap cemas kalau hari sabtu 26 November turun salju juga, soalnya kita ada rencana mau hiking menyelusuri
Sugar River Trail mulai dari New Glarus, turun ke Monticello lalu turun lagi ke Albany.
Hiking itu bukan berarti naik gunung loh. Tapi kita jalan kaki menyelusuri jalan kecil yang lumayan juga jauhnya. Kita kesana dalam rangka mengerjakan tugas dari kampusnya mas Dadit. Yang perlu dilihat itu bentukan-bentukan daratan yang saya sendiri juga kurang paham, tapi tetap saja fun, soalnya pemandangannya bagus sih ......


Sugar River Trail itu termasuk bagian dari
Ice Age Trail. Sebenarnya Sugar River Trail itu sepanjang 23 mil, tapi kita jalan-jalannya ya nggak sepanjang itu. Paling jalan dulu sekitar 1 jam-an, kembali lagi ke parkiran ambil mobil, lalu jalan kaki lagi terus pakai mobil, begitu terus. Soalnya kasihan Fasha kalau jalan terus, apalagi jalanan penuh salju, berat kalau dipakai jalan kaki.

Kita hiking mulai dari
New Glarus, kota ini dikenal dengan nama Little Swiss. Kota kecil ini berjarak sekitar 45 menit dari Madison. Kita summer tahun ini juga pernah ke New Glarus ini, tapi dulu puanasnya minta ampun. Nah, kali ini kita kesana lagi malah dingin.....
Fasha masih ingat kalau ke New Glarus ini pasti banyak patung sapi yang dicat warna-warni. Makanya selama perjalanan Fasha selalu minta lihat dan minta foto dengan si patung sapi itu. Kalau pas kita lagi hiking Fasha tiba-tiba mogok nggak mau jalan, minta gendong, ya saya dan mas Dadit bujuk kalau nanti di depan ada patung sapi, baru deh, Fasha mau jalan lagi, hehehe...

Kita hikingnya santai aja, wong pemandangannya bagus sih... Fasha sempat takjub lihat sungai dari atas jembatan kecil. Airnya masih belum beku. Ada sebagian kecil yang sudah menjadi es, tapi airnya tetap masih mengalir.
Setelah dari New Glarus, kita pergi ke
Monticello. Perjalanan ke sana sekitar 15 menit dari New Glarus. Disana tidak banyak yang dilihat. Kebanyakan pabrik-pabrik dairy dan peternakan sapi. Kita nggak lama di Monticello lalu kita menuju
Albany.
Di Albany sini, Fasha sudah tidur di mobil, jadi yang hiking mas Dadit saja. Saya tinggal dimobil menemani Fasha. Sebenarnya disini pemandangannya cantik loh. Apalagi kita bisa melihat Sugar River dari atas bukit. Lumayan lebar juga sungainya. Mungkin selebar sungai Ciliwung tapi kalo sungai yang ini airnya masih jernih....
Sekarang cerita kegiatan kita sabtu kemarin ini. Jam 10 pagi kita bertiga nonton
Zathura di Marcus Theater. Mas Dadit dapat tiket gratis untuk 4 orang dari tempat kerjanya. Karena kita bertiga, kita mengajak teman satu lagi , tapi malam harinya dia telpon kalau nggak jadi ikut.
Senangnya bisa nonton bioskop lagi .... :). Ini pertama kalinya saya nonton setelah Fasha lahir loh :D. Dan juga kali pertama bagi Fasha nonton bioskop. Sebelumnya saya dan mas Dadit sudah janjian dulu, kalau di theater Fasha nangis kita keluar aja, walaupun filmnya belum selesai. Alhamdulillah Fasha senang sekali bisa nonton dengan layar yang besar dan gambar yang begitu jelas. Malah dia duduknya tegak maju-maju-maju nggak mau senderan.
Apalagi kita dapat popcorn dan minuman soda atau jus gratis. Wah, makin senang saja Fasha, jadi nggak berhenti makan popcorn selama nonton. Mungkin karena ada popcorn dan juice itu juga ya yang buat Fasha anteng ..... ? ;).

Seru juga filmnya, meski jalan ceritanya seperti film Jumanji dulu itu. Cuma bedanya kali ini ceritanya dengan main board game yang namanya Zathura anak-anak itu dibawa ke luar angkasa.
Yang serunya lagi, setelah film selesai, ada pembagian doorprize. Alhamdulillah rejekinya Fasha kita dapat hadiah DVD player portable Magnavox. Yang paling besar hadiahnya dapat tivi 20 inch. Tapi saya sih nggak kepingin dapat tv, wong kita sudah punya satu. Nah, kebetulan kita belum punya DVD player portable ini, jadi kalau kita jalan-jalan keluar kota bisa ditaruh di mobil buat pasang DVDnya Barney atau Bob the Builder favoritnya Fasha :).
Cerita lainnya, hm.... Fasha itu memang dari dulu senang sama yang namanya ayunan. Winter tahun lalu karena dingin kasihan kalau main ayunan diluar rumah, jadinya saya pasang ayunan di dalam rumah yang digantung di bingkai pintu kamar.
Nah, kali ini Fasha lagi senang bernostalgia membuka-buka mainan lamanya dan ketemu si ayunan itu. Minta dipasang, padahal kan ayunannya sudah kekecilan buat Fasha dan takutnya bingkai pintu nggak kuat menahan berat badannya Fasha sekarang.
Untungnya bingkai pintu masih kuat tapi jadinya lucu sekali Fasha naik ayunan itu. Sepertinya sudah nggak pas, kakinya sudah panjang, tinggal tendang-tendang tembok kiri-kanan sudah bisa mengayun sendiri tanpa saya dorong. Jadi saya santai tinggal lihat dari jauh Fasha asyik sendiri ayun.... ayun... kalau dulu kan saya mesti dorong-dorong terus...
Ini ada foto waktu winter tahun lalu Fasha naik ayunan yang sama di tempat yang sama dengan foto Fasha main ayunan kemarin itu. Lucu deh kalau diperhatikan. Saya jadi takjub sendiri ternyata Fasha sudah bertambah besar ya....

